KPID-JAWA BARAT ADAKAN SP3SPS BAGI MAHASISWA KPI IAILM

Suryalaya- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menggelar Sekolah P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) di IAILM Suryalaya. Rabu, (21/04/21).

Kegiatan yang dibuka oleh Istri Wakil Gubernur Jawa Barat, Lina Marlina Ruzhan ini dihadiri oleh Rektor IAILM Suryalaya, Ketua KPID Jawa Barat, Komisioner KPID Jawa Barat, pimpinan Fakultas Dakwah dan mahasiswa Fakultas Dakwah IAILM Suryalaya.

Selain sebagai ajang silaturahmi, keberlangsungan acara ini sebagai bentuk nyata tindak lanjut dari penandatanganan MoU kerjsama antara KPID Jawa Barat dan IAILM Suryalaya yang dilakukan pada Februari lalu.

Alhamdulillah, kami sangat senang bisa menerima kedatangan KPID Jawa Barat di kampus ini. Setelah dua bulan lalu kami dari IAILM silaturahmi ke KPID, saat ini dari KPID bisa hadir di kampus IAILM dengan langsung akan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswa kami, khususnya mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)”, tutur, Dr. H. Asep Salahudin, M.Ag. yang juga Rektor IAILM.

Sementara itu Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, SIP., M.Si. menyampaikan kebahagiaannya bisa kerkunjung ke IAILM Suryalaya yang merupakan kampus pertama telah melakukan Kerjasama dengan KPID Jabar.

IAILM Suryalaya adalah kampus pertama yang melakukan Kerjasama dengna kami. Maka kami kesini sebagai bentuk realisasi dari Kerjasama tersebut.” tuturnya.

Adiyana juga menyampaikan bahwa kegiatan Sekolah P3SPS ini adalah kegiatan yang sedang menjadi prioritas KPID dalam rangka memberikna pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya sebuah Lembaga penyiaran menyajikan konten yang bermanfaat bagi pendengarnya.

Sekolah P3SPS adalah aturan dari KPI yang di breakdown dari UU 32 tahun 2002. Isinya bila dibedah yaitu memuat empat pilar bernegara. Keempat hal tersebut adalah Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945. Gunanya sebagai gaiden Lembaga penyiaran harus mengoperasikan medianya yang benar, harus memunculkan kontne-konten yang benar. Begitupun kita sebagia masyarakat harus mampu memilah dan memilih isi siaran yang sesuai dengan kita. Itulah yang menjadi kewajiban kami dari KPID untuk memberikan wawasan tentang hal tersebut”, tutup Adiyana.

Seperti yang bisa kita perhatikan sekarang, salah satu isu terkini dalam dunia penyiaran saat ini adalah bahwa tayangan televisi hari ini masih belum ramah terhadap anak dan perempuan. Hal itu karena masih adanya adegan kekerasan dan tayangan dewasa pada jam anak. Permaslaahan tersebut disampaikan pula oleh Lina Marlina Ruzhan, Istri Wakil Gubernur Jawa Barat secara daring dalam media Zoom.

“kami berharap KPID Jawa Barat terdepan dalam mendorong penyiaran ramah anak dan perempuan. KPID Jabar harus terus melakukan pengawasan isi siaran secara maksimal untuk menyelamatkan anak-anak”, kata Lina dalam sambutannya. (DS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *