Ingin jadi Jurnalis, Mahasiswa KPI datangi Saung Bujangga Manik

Nana Yusep, Kaprodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah IAILM Pondok Pesantren Suryalaya, mengantarkan 13 mahasiswa ke Saung Bujangga Manik, ba’da dzuhur, Rabu, 8 Maret 2017. “Kami ingin mahasiswa dilatih sehingga memiliki keterampilan dasar sebagai seorang jurnalis” ujarnya. “Kami merasa berdosa bila usai tamat nanti, lulusan tidak kompeten” lanjutnya.

Asep Haerul Gani, sang pengasuh di Saung Bujangga Manik memberikan sambutan yang hangat dan langsung bersedia untuk melatih10 mahasiswa dan 3 mahasiswi – yang pernah belajar mata kuliah jurnalistik – dengan metode analisis-sintesis-menulis.

Masing-masing peserta langsung mendapat koran harian Pikiran Rakyat (PR) untuk mencermati judul dan paragraf pertama dalam setiap tulisan. Teori-teori jurnalistik yang sebelumnya telah mereka pelajari di perkuliahan digunakan untuk membedah hasil karya jurnalis-jurnalis PR. Peserta diarahkan untuk menganalisa koran tersebut dari sudut unsur berita, 5W1H, readability, penulisan (parafrasa dan kutipan), “lead” yang digunakan, “cuatan” yang dipilih, dan gaya tulisan (deskripsi, narasi, argumentasi, eksposisi).

Usai para peserta masing-masing menganalisa dan menyimpulkan, mereka dibagi ke dalam 3 kelompok. Setiap kelompok ditugasksn menulis berita tentang kegiatan yang sedang mereka ikuti. Masing-masing kelompok unjuk kebolehan dalam menyusun berita 3 paragraf yang mengandung unsur judul, lead, batang tubuh, dan menuliskan dalam bentuk narasi dan kutipan.

Setiap kelompok mendapatkan kritikan dan asupan dari kelompok lain dan juga tentunya mendapatkan komentar dari Asep Haerul Gani yang mempunyai pengalaman menjadi pengelola media perusahaan dan organisasi ini.

Sebelum pertemuan pertama berakhir, setiap kelompok mendapatkan tugas untuk meliput berita pada kegiatan Manaqib di Pondok Pesantren Suryalaya. Kelompok pertama akan meliput tentang “Kapling-kapling sekitar Madrasah dan Masjid Nurul Asror” dan Kuliyah Subuh. Kelompok kedua menyiapkan liputan tentang “Pasar Manaqib” dan “Parasan”. Kelompok ketiga merancang liputan mengenai “Kuliyah Tabaruk Miftahus Shudur” dan “Manaqiban”. Setiap kelompok akan meliput berita pada hari Jumat, 10 Maret 2017 dan Sabtu, 11 Maret 2017. Hasil pengamatan dan wawancara akan diolah dan disajikan dalam bentuk berita pada pertemuan kedua yg dijadualkan Rabu, 22 Maret 2017.

Saya berharap mereka sudah bisa menunjukkan kemampuannya dalam mencari, mengolah serta menyajikan berita tersebut” tutup Asep Haerul Gani.

AHG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *